Kamis, 27 Mei 2010

laporan anatomi batang

Nama : Agus Abdul Hamid
Nim : 208 203 871
Praktikum : Anatomi tumbuhan
Judul : Batang 1 (monokotil dan dikotil)

A. Tujuan
1. Mempelajari struktur batang monokotil melalui pengamatan pada preparat melintang batang jagung.
2. Mempelajari pertumbuhan sekunder pada batang monokotil melalui pengamatan pada preparat melintang pada batang cordyline
3. Mempelajari struktur primer batang dikotil melalui pengamatan pada preparat melintang batang heliantus atau dikotil lainnya.
4. Mempelajari pertumbuhan sekunder pada batang dikotil.
5. Mempelajari pembentukan dilatasi jari-jari empulur pada tilia sebagai tanggapan terhadap pertumbuhan sekunder.
B. pendahuluan
pada ujung batang dikotil terdapat titik tumbuh berupa meristem apical. Di belakang meristem apical secara berurutan terdapat protoderm yang gnantinya akan membentuk epidermis. Dan prokambium yang akan membentuk xylem dan floem. Cambium vascular seta meristem dasar yang akan membentuk empulur dan korteks.
Pada penampang melintang, ba tang monokotil memiliki ikatan pembuluh yang menempati area yang cukup luas, tidak terbatas dalam satu lingkaran ikatan pembuluh tersebut dapat berada dalam dua lingkaran atau tersebar.
Batang monkotil biasanya tidak mengalami pertumbuhan sekunder, pelebaran batang biasanya dilakukan oleh meristem penebalan primer. Pada beberapa monokotil pertumbuhna sekunder dapat terjadi dan pertumbuhna ini terjadi sebagai akibat aktivitas meristem pada bagian batang yang letaknya jauh di belakang meristem apeks. Meristem ini disebut sebagai cambium pembuluh pada dikotil. Cambiuj pembuluh ini menghasilkan ikatan pembulhu sekunder yang terpisah satu sama lain oleh jaringan parenkim.
Meristem apikall berukuran relative kecil disbandingken dengan meristem apical pada tumbuhan dikotil. Meristem tersebut disebut tunas aksilar (tunas di ketiak daun) bakal daun dan epidermis, dibawah meristem apical terdapat meristem
Perifer (meristem tepi) meristem perifer merupakan meristem primer yang menebal dan menebal disekitar meristem apical, meristem perifer menjadi bagian utama batang utama batang utama yang berisi ikatan pembuluh seperti halnya pada tumbuhan dikotil tumbuhan monokotil pun juga tesusun dari lapisan epidermis, korteks, dan stele.


C . alat dan bahan
Alat Bahan
Mikroskop Batang cordiline
Kaca objec Batang heliantus
Silet Batang tilia


D . cara kerja

Pilih bahan yang telah disediakan

Sayat bahan trsebut secara tipis

Amati dengan mikroskop


Pembahasan






Bayam stem bayam stem membujur

Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).aun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun.
Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat
stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
2. Parenkim/Mesofil
Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun.






























Jawer kotok stem jawer kotok stem membujur
Struktur Anatomi Batang
Secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata, sistem jaringan dasar berupa korteks dan empulur, dan sistem berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan floem. Xilem dan floem tersusun berbeda pada kedua kelas tumbuhan tersebut. Xilem dan floem tersusun melingkar pada tumbuhan dikotil dan tersebar pada tumbuhan monokotil.
Pada ujung batang terdapat tunas yang belum berkembang yang disebut tunas ujung. Selain itu dijumpai juga tunas aksilar/tunas lateral/tunas samping yang terdapat di ketiak daun, tunas ini biasanya dorman. Pada banyak tumbuhan, tunas ujung menghasilkan auksin yang dapat menghambat pertumbuhan tunas aksilar. Fenomena ini disebut dengan dominansi apikal yang merupakan suatu adaptasi yang dapat meningkatkan kemampuan tumbuhan untuk memperoleh cahaya. Hal ini sangat penting apabila kerapatan vegetasi di suatu tempat tinggi. Pembentukan cabang juga penting untuk meningkatkan sistem tajuk, pada kondisi tertentu tunas-tunas aksilar akan mulai tumbuh. Beberapa dari tunas tersebut kemudian berkembang menjadi cabang-cabang yang menghasilkan bunga dan yang lainnya berkembang menjadi cabang non reproduktif, lengkap dengan tunas ujung, daun-daun dan tunas aksilar.
Monokotil mencakup sekitar 40 famili denagn sekitar 50.000 spesies. Beberapa anggota monokotil berupa pohon ( misalnya kelapa), namun kebanyakan adalah herba semusim atau tahunan. Cirri utama tumbuhan monokotil adalah memiliki kotiledon tunggal atau daun lembaga tunggal. Batang bagian atas tidak bercabang atau bercabang sedikit, dan biasanya daunnya berpelaepah. Daunnya berupa daun tunggal, kecuali pada palma (kelapa, palem). Tulang daun umumnya sejajar. Jaringan pembuluh ( xilem dan floem ) pada batang dan akar tersusun tersebar, dan tidak berkambium. Bunga monokotil memiliki bagian0bagian denagn kelipatan 3 sepal, 3 petal, 6 stamen, 3 karpel. Pada umumnya bunga tidak beraturan bentuk dan warnanya tidak mencolok.






























Cucurbita stem cucurbita stem sisi

Pada penampang melintang, batang monokotil memiliki ikatan pembuluh yang menempati area yang cukup luas, tidak terbatas dalam satu lingkaran ikatan pembuluhtersebut dapat berada dalam dua lingkaran atau tersebar. ecara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata, sistem jaringan dasar berupa korteks dan empulur, dan sistem berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan floem. Xilem dan floem tersusun berbeda pada kedua kelas tumbuhan tersebut. Xilem dan floem tersusun melingkar pada tumbuhan dikotil dan tersebar pada tumbuhan monokotil. Batang monkotil biasanya tidak mengalami pertumbuhan sekunder, pelebaran batang biasanya dilakukan oleh meristem penebalan primer. Pada beberapa monokotil pertumbuhna sekunder dapat terjadi dan pertumbuhna ini terjadi sebagai akibat aktivitas meristem pada bagian batang yang letaknya jauh di belakang meristem apeks. Meristem ini disebut sebagai cambium pembuluh pada dikotil. Cambiuj pembuluh ini menghasilkan ikatan pembulhu sekunder yang terpisah satu sama lain oleh jaringan parenkim.
Meristem apikall berukuran relative kecil disbandingken dengan meristem apical pada tumbuhan dikotil. Meristem tersebut disebut tunas aksilar (tunas di ketiak daun) bakal daun dan epidermis, dibawah meristem apical terdapat meristem
Perifer (meristem tepi) meristem perifer merupakan meristem primer yang menebal dan menebal disekitar meristem apical, meristem perifer menjadi bagian utama batang utama batang utama yang berisi ikatan pembuluh seperti halnya pada tumbuhan dikotil tumbuhan monokotil pun juga tesusun dari lapisan epidermis, korteks, dan stele.

































Sun flower stem sun flower stem

Batang merupakan salah satu organ tama tumbuhan yang berfungsi sebagai jalan transportasi air dan zat-zat terlarut. Secara anatomi jaringan pada batang dapat dibagi manjadi tiga bagian yaitu jaringan dermal, jarinan dasar, dan jaringan pembuluh, epidermis biasanya terdiri dari satu lapisan sel dan sering kali memiliki stomata dan trikoma. Sel-sel epidermis ini mampu melebar kearah tangensial dan mampu bermitosis, dan sifat epidermis ini sangat penting untuk merespon apabila menjadi tekanan sebagai akibat pertumbuhan sekunder, pada batnag yang telah mengalami pertumbuhan sekunder stomata dapat hilang dan digantikan oleh litensialdan litensial merupakan pori yang menghubng ruang antar sel dalam tumbuhan dan luar tumbuhandan epidermis pun digantikan oleh periderm.
Jaringan pembuluh berkembang dari prokambium yang dapat berpisah satu sama laim atau membentuk silinder prokambium, jaringan prokambium ini berdiferensiasi membentuk floem dan xylem primer, sehingga terrbentuklah berkas-berkas ikatan pembulhu atau silinder pembuluh. Xylem terbentuk secara exarch dan floem terbentuk secara endarch.



Daftar pustaka
Modul antum 2010 uin sgd bandung
Pdf struktur dn fungsi timbuhan m, syarif 2009
http:// Wikipedia :wiki struktur tumbuhan.html
http:// Wikipedia :wiki jaringan tumbuhan.html
http://biologyzone.wordpress.com/2009/12/17/16/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar